Pengalaman Belajar bikin Espresso

Untuk tulisan ini, saya akan berbicara mengenai mesin espresso yang manual / semi auto, di mana anda mempunyai mesin espresso yang terpisah dari grinder. Dan saya akan mencoba untuk membatasi pemakaian kata barista, melainkan penyeduh. Kenapa? Pada waktunya akan saya beri tahu.

Setahun yang lalu, saya mengambil kursus “barista course” untuk membuat minuman berbasis espresso. Pelatih saya waktu itu (Aris, penyeduh dari Anomali Coffee) mengajarkan begitu banyaknya variabel yang bisa mempengaruhi rasa espresso (hanya espresso, belum bicara susu). Di situ lah saya belajar kosa kata “Under-extraction”, “Over-Extraction” dan “Full-Extraction”.

Sebagai pemula, saya dapat menyeduh espresso under dan over extraction dengan sangat gampang. Dalam 6 hari saya belajar (3-4 jam sehari), saya rasa saya hanya mendapatkan full extraction satu atau dua kali tanpa mengetahui apa yang saya lakukan beda dari sebelum dan sesudahnya.

Saya diajarkan karena begitu banyaknya variabel yang mempengaruhi ekstraksi kopi dari mesin espresso, kita harus mencoba membuat beberapa variabel menjadi konstan. Variabel yang dibilang berpengaruh yang bisa kita kontrol dalam membuat espresso adalah:

  1. Kehalusan bubuk kopi dari grinder (Grind Setting)
  2. Dosis kopi yang kita masukkan dalam portafilter (Dosing)
  3. Distribusi bubuk dalam portafilter (Distributing)
  4. Kekuatan kita memadatkan kopi dalam portafilter (Tamping)
  5. Waktu penyeduhan (Brewing Time)

Saya diajarkan waktu itu untuk mencoba membuat konstan variabel berikut; Brewing time, Dosing dan Tamping. Sehingga untuk mencoba mencari ekstraksi sari kopi yang tepat, yang perlu diperhatikan hanyalah Grind Setting (Dialing in). Pada saat itu, distributing tidak terlalu disentuh. Namun, cara pembelajaran dari Anomali memungkinkan untuk tidak terlalu memperhatikan distribution.

Sebetulnya masih banyak lagi variabel yang bisa mempengaruhi ekstraksi kopi, namun pada mesin2 yang umum dipakai (baca: terjangkau) variabel2 ini tidak bisa dimodifikasi oleh penyeduh. Variabel yang saya maksud adalah suhu air untuk menyeduh (Brew Temperature) dan tekanan air yang masuk ke dalam group head/portafiler (Pressure Profile).

Sekian dulu, jika anda sedikit bingung terhadap kosa kata yang saya pakai di atas. Coba dilihat di blog Cikopi karya Toni Wahid. Pada waktunya, saya akan coba berikan opini saya bila saya anggap perlu.

Advertisements

One thought on “Pengalaman Belajar bikin Espresso

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s