Bertemu dengan Para Pakar Kopi Indonesia

Kekurangan saya hidup di luar negeri, saya susah sekali untuk bertemu dengan orang’ yang belum saya kenal di Indonesia. Apalagi di bidang kopi, saya tidak tau para pemainnya di nusantara, selain teman’ yang memang sudah saya kenal dari sekolah seperti Irvan Helmy dan Agam Abgari dari Anomali Coffee.

Saya sangat beruntung mempunyai teman seperti Irvan. Dia selalu mendukung saya. Saya berhutang budi padanya telah mengenalkan saya kepada dunia kopi ini dan mengajari saya mengenai Kopi Indonesia. Kalau kata The Craft, “It becames my passion”.

Setelah setahun, saya akhirnya kembali lagi ke Indonesia. Tujuan saya datang adalah bertemu dan bertukar pikiran mengenai kopi dengan nama” yang saya incar.

Mereka adalah:

  1. Toni Wahid (Cikopi.com, enough said!)
  2. Adi W. Taroepratjeka (Q-grader, SCAI, KopiJavva and the list continues)
  3. Mirza Luqman (Head of Barista Trainer at Starbucks Indonesia)

Alhamdulillah semalam saya bisa bertemu dengan semua nama di atas. Ditambah saya sempat bertemu dengan Vian dari RumaKopi, Caesar dari SCAI dan pastinya teman dan mentor saya, Irvan Helmy. Mereka semua adalah orang sangat ramah. I’m completely humbled by their presence and acceptance.

Semua nama di atas siap membuka pikiran dan siap untuk mengembangkan industri kopi Indonesia. Negara kita selalu dibilang negara yang kaya. Saya yakin di saat saya melihat orang” seperti mereka. Yang saya lihat kekayaan dan kesamaan dari mereka semua adalah “mereka ingin belajar”. Mereka ingin mengembangkan diri nya, untuk membuka wawasan mereka terhadap suatu hal yang suka kita anggap remeh, kopi.

Mari lah kita buktikan kekayaan negeri ini. Kita adalah negeri yang ingin mengembangkan diri melalui pembelajaran dan membuka wawasan kita terhadap opini yang berbeda.

Advertisements

14 thoughts on “Bertemu dengan Para Pakar Kopi Indonesia

  1. Wah pak, ternyata Bapak yang dateng bawa coffee refractometer dan MojoToGo ya…. Waaaah sayang saya lagi di luar kota saat itu :(

    Ada video baru the craft edisi Natal : “IT BECAMES HIS PASSIONS”

    LOL!

  2. Salam kenal..
    Senang sekali membaca artikel Anda ini. :)
    Boleh saya minta masukan Anda?
    Kira-kira siapa pakar kopi (dari Indonesia tentunya) yang berdomisili di Jakarta, yang paling layak untuk diwawancarai?
    Terima kasih.

    • Salam Kenal,

      Maaf terlalu lama untuk membalas.

      Menurut saya semua nama di atas patut di wawancara. Mereka mempunyai pemikiran yang sama tapi dari sisi yang berbeda. Pak Toni dari sisi hobby dan “wartawan”. Mirza “living, breathing, walking contradiction”, specialty starbucks guy! Adi businessman pelopor specialty yang pernah saya temui.

      Dua nama yang “paling penting”, berhubung mereka yang bikin saya jadi jatuh cinta sama kopi, adalah Irvan Helmy dan Agam Abgari. Mereka suka keliatan nongkrong ga jelas gitu di Anomali :)

      Ada beberapa nama lagi yang tidak tersebut di sini:
      1. Hendry Kurniawan
      2. Mira Yudhawati
      3. Tuti H. Mochtar

      Saya yakin banyak lagi nama2 yang belum tersebut. Namun ini yang saya nama2 yang pernah saya dengar dan temui atau ingin bertemu.

      Semoga bermanfaat.

  3. Salam Kopi.

    Saya hanya mengenal nama Tony Wahid di maya dengan ulasan kopi beliau. Btw adakah wacana ttg pembahasan kopi pada hulu-nya yaitu petani di daerah? Kebetulan saya tinggal di Kab. Dairi yg dahulunya terkenal dengan nama Kopi Sidikalang (robusta) dan sekarang juga sdh didominasi arabica (but less exposed).

    Majulah Kopi Indonesia :)

    • Salam Kenal Pak Alex.

      Saya selalu mempunyai pertanyaan yang sama sebenarnya. Apakah tidak ada pembahasan / diskusi2 di hulu proses kopi tersebut? Bila tidak, apakah kendalanya? Saya punya beberapa buku wacana mengenai pengolahan kopi, namun pada akhirnya itu semua teori. Aplikasi di lapangan selalu lain soal. Saya ingin sekali bisa diskusi masalah ini. Karena opini saya, untuk Indonesia bisa maju sebagai produsen kopi sesuai dengan pasar dunia, diskusi2 dari hulu lah yang justru diperlukan.

      • Trm ksh Mas atas responsnya. Saya sendiri sebagai pemula dalam hal kopi ini (late 6 months). Ternyata terjun secara langsung di hulunya pun tidak segampang yang saya kira. Euforia yg ada pada diri saya (dimana ada bekal info sbg pemberian sedikit pencerahan (FAIRTRADE) bagi petani bahwa kopi yg mereka tanam akan diekspor dan diseruput bule pada umumnya) ternyata tidak lama. Petani pd umumnya di daerah saya pengen hasil panen dijual dan uang tsb utk biaya makan sehari2, membayar utang ke tengkulak (itu mengapa disebut kopi ateng/arabika itu sbg “sigarar utang” (pembayaran utang). Selebihnya, perdagangan kopi secara global itu tdk mau mereka ingin tau lebih jauh. Tidak tau dengan petani kopi seluruh Indonesia.

        Btw info ttg pengolahan kopinya bs di-copy link resource-nya MAs?

  4. Pingback: Isu dari Hulu ke Hilir | Belajar Kopi

  5. mohon petunjuknya mas, saya berencana ingin membuka usaha kopi. untuk awalnya saya ingin berjualan dlm bentuk bungkus. insya alloh kl ada rejeki berniat utk buka warung kopi

  6. Belajar kopi sama siapa ya? saya agustin satiawan mau belajar kopi …Dulu sempat kontak sama Mas Adi W T sewaktu ikut wine class Sopexa Jakarta tahun 2004-2005 tapi setelah itu lost contact..anyone can help me to have Mas Adi number?….Thanks

Leave a Reply to saidarief Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s