Latihan #1

Minggu lalu saya dapat supply green bean dari Bali, dari daerah Danau Batur lebih tepatnya.

Saya roast 3 batch hari minggu kemarin. Saya ingin mencoba melatih konsistensi roasting saya.

Saya ingin bicara teknikal untuk yang mengerti roasting process. Intinya, 3 batch ini mencapai First Crack di waktu yang bersamaan. Namun, melalui roast development yang berbeda. 2 batch pertama mempunyai konsistensi sebelum First Crack, tapi beda profil sesudahnya. Sedang batch ke-3, mempunyai profil yang sama seperti batch pertama sesudah First Crack, namun beda di tahap sebelumnya. Cukup jelas saya belum bisa mencapai konsistensi dalam teknik roasting saya. Namun saya cukup senang bisa mencapai waktu yang sama untuk First Crack (+/- 5 detik). Semua saya selesaikan di waktu yang bersamaan.

Hasil yang paling menarik adalah, dengan 3 sample kopi dari origin dan green batch yang sama. Saya mendapatkan profil rasa yang cukup berbeda, hanya karena perbedaan profil roast nya. Rasa utama dari kopi Bali nya masih terasa di ketiga cangkir.

Kesamaan aroma dari ketiga cangkir:

  • Aroma Spice
  • Aroma Tembakau
Perbedaan:
  • Batch #1: Roasty, Charcoal taste. Persepsi Body yang paling tinggi dibanding yang lainnya. Sangat astringent, perasaan seperti kecut dan kering setelah makan lemon. Namun saya pikir ini karena ada defect di cangkir tersebut. Intinya, sangat dominan rasa dari roasting process. Saya curiga ini karena saya tidak bisa menjaga konsistensi temperatur roast development di saat kopi melalui exothermic process sekitar First Crack terjadi.
  • Batch #2: Persepsi body paling rendah. Paling manis dibanding yang lain, namun terasa masih bisa lebih. Persepsi Acidity yang paling enak. Aftertaste nya seperti chocolate. Saya paling menikmati cangkir ini. Saya sudah mempunyai perasaan bahwa ini yang berhasil karena saya bisa menjaga konsistensi temperatur roast development setelah first crack. Namun saya rasa jika saya naikkan temperatur dan biarkan kopi ini di dalam sekitar 15-30 detik lebih lama. Body nya akan lebih berkembang dan mungkin kemanisannya akan menjadi lebih enjoyable.
  • Batch #3: “DULL”!! Boring!! Tidak ada rasa sama sekali. Saya belum pernah mengerti apa yang dimaksud dengan kata “baked” sampai akhirnya saya minum cangkir ini. Saya cuma bisa mendapat persepsi body dari cangkir ini dimana dia berada di antara kedua cangkir yang lain. Keasamannya dan kemanisannya tidak jelas terasa. Tidak ada aftertaste sama sekali.
Inilah cupping session yang saya lakukan kemarin. Menarik sekali untuk saya sebagai latihan pertama. Saya tidak menyangka akan mendapatkan hasil yang begitu berbeda dari kopi yang sama. Dan alasan inilah yang membuat saya ingin mengikuti kompetisi.
Advertisements

5 thoughts on “Latihan #1

  1. The enjoyable moment buat saya,membaca tulisan anda :),keren lo rief..maju tak gentar kawan,kamu pasti bisa…today I learned something from brother..

    • Hahaha.. Paling bisa emang lo Ja!

      Lo tau ga, gue sering dapet orang masuk ke blog ini gara’ nyari “Mirza Luqman Starbucks” di google. Udah waktunya lo bikin sendiri bro. Penonton kecewa nih!! ;)

  2. Setelah roasting, kapan waktu yang tepat untuk menikmati kopi tersebut Mas? Ada yang bilang setelah 24 jam, namun ada juga yang bilang setelah 2 minggu. Jadi bingung hehe.

    • Kalau menurut saya tergantung kopinya. Coba aja dari sehari sesudah sampe 2 minggu. Namun secara general setelah 3 minggu, kopi akan mulai kehilangan aroma asalnya. Dan proses oksidasi mulai menyeluruh. Jadi mulai terasa rancid.

Leave a Reply to endang Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s