Latihan #2

Hari ini saya membuka lemari kopi untuk melihat apa yang bisa saya pakai untuk latihan. Saya punya 4 kopi dengan karakter yang sangat berbeda. Lalu saya ingat ada sisa hasil roasting saya minggu lalu, Sulawesi Toarco. Maksud saya dengan “sisa”, benar2 sisa. Saya timbang sekitar 15 gram. Cukup untuk flush dan bikin satu gelas jika saya memakai gelas kecil.

Kebetulan saya juga masih ada sekitar 100 gram kopi Sulawesi Toarco Peaberry, hasil roasting Seven Seeds. Saya pikir akan menarik kalau dicoba membandingkan bersebelahan satu sama lain.

Saya buat dua cangkir dari Seeds, dan satu cangkir sisa hasil roasting saya.

Saya mengambil metoda ini, karena saya tau mereka hasil produksi dari origin yang sama. Namun berbeda jenis dan berbeda roaster.

Untuk bisa melatih palate saya untuk kompetisi, saya harus bisa membedakan kopi2 dengan karakter yang mirip namun sebenarnya berbeda. Baik itu metoda proses green bean nya, roasting, metoda penyeduhan nya dll.

Sebagai percobaan awal, saya coba tes rasa dari masing2 cangkir dengan mengetahui mana yang hasil roasting saya. Supaya membuat seduhan konsisten dari semua cangkir, saya bikin ketiganya dengan standar cupping, atau gampangnya, kopi tubruk. Ketiga cangkir saya buat dengan berat, kehalusan bubuk dan waktu seduh yang sama.

Ternyata secara rasa, tidak jauh berbeda. Dalam artian, hasil roast saya ada aroma asap sedikit. Namun saya rasa itu karena saya sudah mengharapkan perbedaan dari cangkir itu.

Lalu saya minta adik saya untuk mengacak aturan cangkir yang ada. Saya minta dia mengingat cangkir yang memiliki hasil roasting saya.

Saya coba lagi. Ternyata jauh lebih susah untuk bisa membedakan mana yang mana. Namun dalam waktu sekitar 1 menit kemudian, saya bisa menemukan aroma smokey tersebut dari kopi saya.

“Yang tengah yah?”

“Iyah.. “

Alhamdulillah.

Namun 1 menit terlalu lama. Luca, pemenang 2011, bisa menemukan 8 gelas yang berbeda dari total 24 gelas dalam waktu 3.5 menit. Dan semua nya tepat.

“Tenang.. 148 latihan lagi.. “

:-/

Advertisements

2 thoughts on “Latihan #2

    • Bu Endang,

      tergantung apa yang ibu maksud dengan cup tasting system. Jika yang ibu maxud adalah standard cup tasting di dunia, atau banyak yang bilang “cupping”, memang betul standard nya adalah tubruk. Standard ini dipakai kbanyakan specialty roaster sebelum membeli green mereka.

      Banyak yang memakai standard dari SCAA. Bisa dilihat di,
      http://scaa.org/?page=resources

      sedang untuk kompetisi “cup tasting”, mereka suka memakai filter style brewing. Stau saya lebih ke arah chemex atau pour over.

      Bisa dilihat di,
      http://www.worldcuptasters.org/downloads/

Leave a Reply to saidarief Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s