Tahap Berikut dalam Karir

Setelah sekian lama mencoba belajar mengenai dunia kopi, saya merasa panggilan untuk paling tidak mencoba menggeluti bidang ini lebih lanjut.

Saya selalu berpikir bagaimana cara yang terbaik. Dan pada akhirnya, setelah sekian lama, semua itu hanyalah pemikiran.

Saya melihat diri saya terlalu banyak berpikir. Mungkin anda bisa melihat dari tulisan’ saya di sini. Jadi untuk belajar lebih lanjut dalam bidang “kopi” ini, saya memutuskan untuk beraksi.

Saya rasa saya masih perlu banyak belajar, namun setelah sekian lama, tidak ada cara yang lebih baik untuk terjun dan belajar di lapangan.

Berhubung saya masih sendiri dan belum mempunyai tanggungan yang berlebih berupa anak dan istri. Saya tentukan, sekarang lah waktunya.

Senin pagi hari saya datang ke atasan saya di tempat saya bekerja saat ini. Saya nyatakan saya ingin mengambil istirahat dari bidang engineering untuk sesuatu yang berbeda. Saya kemukakan bahwa saya tidak ingin menapak tilas dalam 5 tahun hanya untuk berkata “Andai saja saya melakukan ….. ”

Saya berpikiran untuk memberikan surat mengundurkan diri setelah saya bicara. Namun, atasan saya sangat mengerti alasan saya. Dan dia pun menawarkan alternatif, “Bagaimana jika kamu mengambil cuti tanpa gaji selama beberapa tahun ke depan? Kita lihat saja setahun pertama dulu.”

Alhamdulillah.

Untuk kebanyakan, tentu hal ini tidak masuk akal. Namun saya merasa beruntung bahwa saya dikelilingi dengan orang’ yang siap mendukung keputusan saya.

Saya anggap ini hanya permulaan. Di sini lah pembelajaran saya berawal. Di sini lah saya akan berlajar merangkak, jatuh, berdiri dan jatuh lagi. Semua dengan harapan di akhir saya bisa berjalan dan berlari.

Apakah saya tau saya akan mencapai tahap itu? Sama sekali tidak. Ketakutan yang tinggi dalam diri ini hanya saya yang bisa rasakan. Namun saya ingat pepatah,

Courage is not the absence of fear. But what you do in the presence of fear.

Saya pun tidak tau apakah ini keberanian atau lebih tepatnya nekad/bodoh/ceroboh? Yang saya yakinkan adalah paling tidak di akhir perjalanan ini saya bisa bilang,

“Setidaknya saya mencoba.”

Saya minta doanya.

Advertisements

9 thoughts on “Tahap Berikut dalam Karir

    • Iya nih bu. Mumpung! Kalau kata Anies, orang tua itu bicara masa lalu.. Orang muda bicara yang akan datang.. Berarti Bu Endang jg masih muda loh.. Mumpung ibu muda, ibu bakal ngapain? :)

      • Kita ber-andai2 ya mas Arief, kalau saya msh muda (sekali lagi kalau, krn saya sbtlnya almost retired) dan sering punya duit lebih, saya akan travelling ke banyak penjuru dunia dn tidak lupa mencicipi kopi disana…….

  1. Wah keren banget perusahaannya kang… ngakomodir banget. mudah2an semua jalan di depan dimudahkan dan dilancarkan!

  2. sama banget yang saya rasain sekarang,mas. bedanya saya udah total resign :)) saya siap jatuh bangun merangkak benjol benjol lagi demi belajar kopi ini. terima kasih sharingnya. salam kenal :)

Leave a Reply to saidarief Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s