Pertemuan dengan Ben Whitaker

Cupping adalah salah satu cara untuk bertemu dengan orang” dalam industri kopi. Kebanyakan orang yang saya kenal di industri ini, saya kenal melalui cupping.

Ben Whitaker adalah salah satunya. Ben mempunyai suatu kafe mungil di daerah South Yarra, bernama Final Step.

Setelah cupping di Market Lane, kita mulai berbicara. Semua berawal dengan “Nama saya Ben. Nama saya Arief. Apa kamu kerja di industri kopi?”. Saya selalu susah untuk menjawab pertanyaan seperti ini. Saya biasanya hanya menjawab dengan “tidak, namun saya suka sekali dengan kopi”. Saat saya bertemu Ben, kondisi saya sudah sedikit berubah. Lalu saya jawab dengan “Tidak namun saya sedang berpikiran untuk masuk ke dalam industri ini”.

Lalu kita mulai berbicara sambil minum kopi dan makan roti.

Yang betul” menarik perhatian saya dari Ben adalah karakternya yang terlihat sangat genuine dan ramah. Ditambah lagi begitu gampangnya saya berbicara dengannya. Kita mulai berbicara segala macam topik, semua dengan dasar topik kopi tentunya, selama kurang lebih sejam. Di antaranya mengenai industri kopi di Indonesia. Dia mengungkapkan bahwa dia ingin sekali bisa mengerti apa yang dihadapi oleh petani di Indonesia.

Yang orang ketahui di sini hanyalah kopi Indonesia berpindah tangan terlalu sering sehingga kemungkinan kualitas kopi tersebut menurun jauh lebih besar. Dia juga mengungkapkan bahwa dia sudah berbicara, masih tahap ide, dengan beberapa orang untuk mencoba melakukan projek kecil”an yang mungkin bisa membantu kendala” yang dihadapi.

Saya bicara kepada Ben, apapun yang dia butuhkan, saya dukung sepenuh hati dan tenaga. Kita lihat saja kelanjutan dialog ini.

Di akhir, Ben mengajak saya untuk datang ke kafe nya yang merayakan perayaan dua tahun berdirinya kafe tersebut.

Di bawah ini foto dari kafe Final Step dan foto dari malam itu. Ben adalah orang yang megang gitar.

Foto di atas diambil dari sudut tempat drum di foto satunya. Bisa dilihat  betapa mungil kafe ini.

Mengapa saya suka kafe ini? Karena namanya Final Step. Setelah sekian panjang proses yang dilalui oleh sebiji kopi, semua itu hanya untuk melalui proses penyeduhan dari kafe2. Inilah “Final Step” dari proses yang begitu panjang. Dan melihat karakter Ben, dia hanya ingin memegang janjinya.

4 thoughts on “Pertemuan dengan Ben Whitaker

Leave a Reply to nosar Cancel reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s