Latihan ke-7: Cupping Marathon

Cupping Marathon !!

Setelah beberapa pertemuan dengan Lora, pembicaraan kita selalu berkisar di kopi. Suatu hari Jumat, dia cerita bahwa hari seninnya dia diajak cupping untuk CoE samples dari El Salvador oleh Tom dari Five Senses. Dia menawarkan jika saya ingin ikut. Tom bilang saya bisa ikutan.

“YES!! Do you even have to ask?”

Akhirnya saya ikut lah. Acaranya diadakan sekitar jam 5.30 di tempat pelatihan Five Senses, Barista Academy yang baru. Orang yang datang adalah para barista dan pemilik kafe sekitar Melbourne yang memakai kopi dari Five Senses. Saya merasa beruntung sekali bisa ikut datang.

Acara dimulai dengan sedikit pengenalan mengenai apa itu CoE dan betapa susahnya untuk kopi mendapatkan akreditasi CoE. Impian saya selama ini dan mengapa saya melakukan apa pun ini yang saya sedang lakukan, adalah untuk bisa membawa CoE ke Indonesia. Mudah”an kita bisa mencapai tahap ini. Jika ada yang bisa sekarang, tolong lakukan tanpa saya. Semakin cepat semakin baik!

Kembali ke acaranya, sesi cupping pada malam itu terdiri dari 27 sampel kopi. Masing2 kopi dibuat 3 gelas. Jadi ada 81 gelas yang kita coba malam itu. Ini adalah sesi untuk publik di mana jumlahnya sudah dikurangi dari 42 pemenang El Salvador CoE tahun ini. Bayangkan para pembeli CoE, mereka harus menyicipi semua dan biasanya masing2 kopi dibuat 2 atau 3 gelas, kisaran 84-126 gelas untuk dicicip dalam satu sesi. Dan biasanya mereka melakukan beberapa sesi untuk memastikan mana yang ingin mereka beli.

Menariknya untuk pelatihan saya adalah, semua berasal dari satu origin. Lebih menariknya adalah semua kopi dilakukan oleh roaster yang sama dan semua kopi dari Cup of Excellence. Kebanyakan kopi CoE dari satu origin mempunyai profil rasa yang mirip, kadang ada beberapa yang benar2 berbeda. Namun untuk lidah seperti saya dan anda, rasanya mirip.

Ini lah pelatihan yang paling ekstensif yang pernah saya lakukan. 81 gelas dengan rasa mirip dalam waktu 20 menit. Cupping Marathon!

Hasil yang bisa saya ambil dari latihan ini. Saya butuh banyak latihan lagi!! :-/

Saya kurang bisa membedakan profil rasa antara satu dan yang lain. Saya bisa membedakan favorit saya dalam kategori 5 besar. Namun, jika saya perlu melakukan ini dalam bentuk kompetisi cup tasting. Saya akan benar2 beruntung jika bisa dapat 3 dari 8 gelas.

Di bawah ini adalah beberapa foto yang diambil saat acara ini.

 

 

Advertisements

Bertemu Lora – 1

Dua minggu lalu, saya masuk ke salah satu kedai cupcake untuk membeli kopi. Saya jarang ke daerah pertokoan ini karena tidak ada kopi yang saya suka. Namun pada saat itu, ada sekitar 6 orang dari kantor yang turun untuk membeli kopi. Mereka suka sekali membeli kopi dari kafe sebelah kedai cupcake ini. Berhubung saya pernah mencoba kafe mereka dan tidak suka, saya masuk ke kedai ini karena ada tanda di depannya “We Love Coffee” di sebelah buku Scott Rao dan Tim Wendelboe.

Saya masuk lah ke kedai ini dengan harapan rendah. Karena sekian banyak kedai kopi yang hanya mengikuti trend dan tidak peduli dengan janji Specialty. Namun di belakang bar yang menyandang Synesso tersebut dipajang bungkus dari 5 Senses.

Menarik …

Lalu saya coba kopi dengan susu seperti umumnya saya masuk ke kedai kopi baru. Betapa pun mahal kopi dan mesin yang dipakai, pada akhirnya sang barista lah yang memberikan minuman kepada pembeli. Saya tau betapa susahnya seorang barista untuk membuat kopi enak secara konsisten. Setidaknya dengan kopi susu, saya tidak akan terlalu kecewa jika kopi itu tidak enak.

Mulai pembicaran dengan barista di belakang bar ini, saya melihat antusiasme nya dalam membuat kopi. Rutinitas yang dipakainya. Walau sudah jam 3 sore, dia masih tersenyum dan menanyakan cerita hari saya.

Bagaimana pun rasa kopi yang ditawarkannya, ini lah yang saya cari dari seorang barista. Hanya kepedulian yang saya minta. Terhadap produk yang ditawarkan dan terhadap pembeli.

Seperti yang saya duga, kopi yang ditawarkannya memang enak.

Di sini lah saya mulai berteman dengan Lora, sang Barista.

 

Latihan ke-3, 4, 5 dan 6

Minggu lalu, saya belum sempat menulis jurnal latihan saya. Tapi saya coba sempatkan untuk terus melakukan cup tasting. Ternyata tidak segampang yang saya kira untuk melakukan semua ini secara konsisten.

Latihan ke-3
Teman dekat saya Sidqie datang ke rumah dengan mainan barunya. Chemex. Dia sudah lama menyukai kopi namun jarang sekali menjelajahi dunia kopi tanpa susu dan gula. Saya merasa bangga sekali waktu dia membeli Chemex dan grinder untuk menyeduh sendiri di rumah.

Sehari sebelumnya, saya mencoba kopi buatannya. Menurut saya sedikit over-extracted. Setelah berbincang, saya ajak datang ke rumah. Sekalian karena saya ingin mainan dengan Chemex nya. :)

Kita bermain dengan rasio kopi terhadap air yang sama, sekitar 55 gram kopi / liter air. Lalu kita mencoba tingkat kehalusan yang berbeda. Ada hal yang menarik yang saya temukan pada saat bermain dengan Chemex ini, yaitu seberapa lama proses menyeduh terjadi jika memakai kuantitas kopi yang berbeda. Namun atas tujuan latihan cup tasting, saya coba tulis di posting yang berbeda.

Setelah menemukan yang kurang lebih pas, saya berikan contoh tingkat kehalusan yang bisa dicoba sebagai basis supaya Sidqie bisa bermain sendiri di rumahnya.

Kemarin dia datang lagi ke rumah, bawa CoE #5 dari Rwanda. Manis !!

Latihan ke-4 dan 5

Kurang menarik untuk saya tulis. Saya hanya mencoba kopi hasil roasting saya minggu lalu. Kopi dari Brazil Daterra “Sweet Collection” dan Guatemala Finca Ceylan.

Latihan ke-6

Setelah sekian lama absen, akhirnya saya kembali lagi mengikuti public cupping di Market Lane.

Nikmat sekali kopi2nya.

Kita mencoba 6 macam kopi, di antaranya Clouds of August dari Tanzania dan kado dari Mecca Espresso di Sydney, Rwanda CoE #5 Kopakama.

Yang paling saya suka dari ke-6 kopi tersebut adalah Mecca, Rwanda CoE #5. Sangat balance dengan tingkat kemanisan yang tinggi dan asam jeruk yang gurih untuk mengimbanginya.

Ini adalah kopi yang sama dengan yang Sidqie bawa ke rumah kemarin.

 

Saya diundang cupping sampel CoE  dari Costa Rica dengan 5 Senses nanti malam. Semoga saya tidak terlalu kegirangan dan ingat untuk mengambil foto2.

 

 

 

 

 

Tahap Berikut dalam Karir

Setelah sekian lama mencoba belajar mengenai dunia kopi, saya merasa panggilan untuk paling tidak mencoba menggeluti bidang ini lebih lanjut.

Saya selalu berpikir bagaimana cara yang terbaik. Dan pada akhirnya, setelah sekian lama, semua itu hanyalah pemikiran.

Saya melihat diri saya terlalu banyak berpikir. Mungkin anda bisa melihat dari tulisan’ saya di sini. Jadi untuk belajar lebih lanjut dalam bidang “kopi” ini, saya memutuskan untuk beraksi.

Saya rasa saya masih perlu banyak belajar, namun setelah sekian lama, tidak ada cara yang lebih baik untuk terjun dan belajar di lapangan.

Berhubung saya masih sendiri dan belum mempunyai tanggungan yang berlebih berupa anak dan istri. Saya tentukan, sekarang lah waktunya.

Senin pagi hari saya datang ke atasan saya di tempat saya bekerja saat ini. Saya nyatakan saya ingin mengambil istirahat dari bidang engineering untuk sesuatu yang berbeda. Saya kemukakan bahwa saya tidak ingin menapak tilas dalam 5 tahun hanya untuk berkata “Andai saja saya melakukan ….. ”

Saya berpikiran untuk memberikan surat mengundurkan diri setelah saya bicara. Namun, atasan saya sangat mengerti alasan saya. Dan dia pun menawarkan alternatif, “Bagaimana jika kamu mengambil cuti tanpa gaji selama beberapa tahun ke depan? Kita lihat saja setahun pertama dulu.”

Alhamdulillah.

Untuk kebanyakan, tentu hal ini tidak masuk akal. Namun saya merasa beruntung bahwa saya dikelilingi dengan orang’ yang siap mendukung keputusan saya.

Saya anggap ini hanya permulaan. Di sini lah pembelajaran saya berawal. Di sini lah saya akan berlajar merangkak, jatuh, berdiri dan jatuh lagi. Semua dengan harapan di akhir saya bisa berjalan dan berlari.

Apakah saya tau saya akan mencapai tahap itu? Sama sekali tidak. Ketakutan yang tinggi dalam diri ini hanya saya yang bisa rasakan. Namun saya ingat pepatah,

Courage is not the absence of fear. But what you do in the presence of fear.

Saya pun tidak tau apakah ini keberanian atau lebih tepatnya nekad/bodoh/ceroboh? Yang saya yakinkan adalah paling tidak di akhir perjalanan ini saya bisa bilang,

“Setidaknya saya mencoba.”

Saya minta doanya.

Latihan #2

Hari ini saya membuka lemari kopi untuk melihat apa yang bisa saya pakai untuk latihan. Saya punya 4 kopi dengan karakter yang sangat berbeda. Lalu saya ingat ada sisa hasil roasting saya minggu lalu, Sulawesi Toarco. Maksud saya dengan “sisa”, benar2 sisa. Saya timbang sekitar 15 gram. Cukup untuk flush dan bikin satu gelas jika saya memakai gelas kecil.

Kebetulan saya juga masih ada sekitar 100 gram kopi Sulawesi Toarco Peaberry, hasil roasting Seven Seeds. Saya pikir akan menarik kalau dicoba membandingkan bersebelahan satu sama lain.

Saya buat dua cangkir dari Seeds, dan satu cangkir sisa hasil roasting saya.

Saya mengambil metoda ini, karena saya tau mereka hasil produksi dari origin yang sama. Namun berbeda jenis dan berbeda roaster.

Untuk bisa melatih palate saya untuk kompetisi, saya harus bisa membedakan kopi2 dengan karakter yang mirip namun sebenarnya berbeda. Baik itu metoda proses green bean nya, roasting, metoda penyeduhan nya dll.

Sebagai percobaan awal, saya coba tes rasa dari masing2 cangkir dengan mengetahui mana yang hasil roasting saya. Supaya membuat seduhan konsisten dari semua cangkir, saya bikin ketiganya dengan standar cupping, atau gampangnya, kopi tubruk. Ketiga cangkir saya buat dengan berat, kehalusan bubuk dan waktu seduh yang sama.

Ternyata secara rasa, tidak jauh berbeda. Dalam artian, hasil roast saya ada aroma asap sedikit. Namun saya rasa itu karena saya sudah mengharapkan perbedaan dari cangkir itu.

Lalu saya minta adik saya untuk mengacak aturan cangkir yang ada. Saya minta dia mengingat cangkir yang memiliki hasil roasting saya.

Saya coba lagi. Ternyata jauh lebih susah untuk bisa membedakan mana yang mana. Namun dalam waktu sekitar 1 menit kemudian, saya bisa menemukan aroma smokey tersebut dari kopi saya.

“Yang tengah yah?”

“Iyah.. “

Alhamdulillah.

Namun 1 menit terlalu lama. Luca, pemenang 2011, bisa menemukan 8 gelas yang berbeda dari total 24 gelas dalam waktu 3.5 menit. Dan semua nya tepat.

“Tenang.. 148 latihan lagi.. “

:-/