Baca buku di hari Minggu

Beberapa hari yang lalu, saya merasa capek sekali.  Saya berangkat ke kantor sejak selesai sahur dan baru pulang dari kegiatan jam 11 malam.  Setelah beraktifitas seharian penuh, tidak ada lagi yang di pikiran saya selain tidur dan menikmati bantal selama 5 jam ke depan.  Namun begitu saya menaruh kunci rumah dan dompet di meja makan, terlihat ada paket kiriman dengan nama saya.  Ternyata setelah melihat cantuman nama pengirim di belakang paket, saya sadar inilah paket sudah kutunggu-tunggu beberapa minggu. Begitu kubuka paket itu, semua keletihan yang saya rasakan sebelumnya hilang dan senyum pun tergores di muka kumel.

Sebuah buku dari Oslo, Nerwegia. Pengarangnya adalah World Barista Champion (WBC) 2005, Tim Wendelboe.  Sejak 2007, beliau membuka suatu micro-roastery di Oslo.

Kuhabiskan hari ini membaca bukunya.  Saya tidak ingin membuat ulasan atas buku tersebut. Namun siapa pun yang ingin belajar mengenai kopi dan punya akses terhadap buku ini, saya sangat merekomendasikan untuk membacanya.

Sedikit alasan mengapa saya beri rekomendasi untuk membaca buku ini:
Di pembukaannya, beliau berbicara mengenai pengalamannya menjadi juara 2 di WBC 2002 dan betapa sakit hatinya beliau. Karena beliau mendapatkan hasil yang sama dengan tahun sebelumnya dan tidak memenangkan kompetisi tersebut. Tim merasa dia akan jadi pemenang di tahun 2002. Ternyata setelah introspeksi, beliau belajar bahwa dia tidak “pantas” untuk menjadi pemenang.

Beliau belajar untuk mengambil “humble approach” terhadap kopi. Dia terlalu bangga akan dirinya dan merasa bahwa dia tau bagaimana rasa kopi semestinya. Lalu dia kembali belajar mengenai dunia kopi dari awal. Semakin banyak dia belajar, dia semakin sadar betapa sedikitnya pengetahuannya akan kopi. Coba saya ulangi, seseorang yang sudah mengambil juara ke-2 dari seluruh dunia menyadari betapa sedikitnya pengetahuan dia supaya dia bisa mengambil juara utama dunia.

Akhirnya dia belajar bahwa yang paling penting di dunia kopi adalah satu: “Rasa”. Sepertinya jelas jika dipikir, namun betapa banyak orang di seluruh dunia yang kamu tau yang tidak sadar akan ini. Mereka bepikir dunia kopi berada di “latte art”, teknik roasting, teknis “tamping”, overdosing, “showmanship” dan sebagainya. Tentu semua ini berguna, namun dengan satu tujuan.

Mencari cara membuat kopi enak secara konsisten

Saran dari Tim Windelboe di pembukaan buku ini, lepaskan semua persepsi yang anda punyai mengenai bagaimana rasa kopi seharusnya. Dan coba cari tau potensi kopi yang anda temui.

Advertisements